Kamis, 22 Oktober 2015

Tanda dan gejala persalinan

  • Lightening yaitu berkurangnya  rasa menyesak keatas berkurang yang mulai dirasakan 2 minggu sebelum persalinan karna terjadi penurunan bagian presentasi bayi dalam pelvis minor (panggul dalam) biasanya kepala bayi mulai masuk pintu atas panggul (engaged). Namun masih ada ketidaknyamanan yang dirasakan ibu seperti sering berkemih karena kandung kemih ibu ditekan oleh bagian terbawah janin sehingga ruang yang tersisa untuk ekspansi berkurang. Ada perasaan tidak nyaman akibat tekanan panggul menyeluruh yang membuat ibu merasa sensasi-sensasi terus-menerus bahwa sesuatu perlu dikeluarkan atau ibu perlu defekasi.
  • Perubahan Servik, mulut rahim mulai lunak terjadi penipisan (effacement) dan dilatasi (pembukaan), ini dapat diketahui ibu pada saat pemeriksaan dalam yang dilakukan oleh bidan atau dokter kandungan yang diinginkan ibu menolong persalinannya. Perubahan yang terjadi disebabkan oleh peningkatan intensitas kontraksi Braxton Hicks.
  • Persalinan palsu, terdiri dari kontraksi uterus yang dirasakan ibu sangat nyeri sehingga ibu akan mengalami masalah kurang tidur dan kekurangan energi dalam menghadapi nyeri dan lelah menempuh perjalanan pulang pergi ke klinik atau ke rumah sakit tempat praktek bidan serta membuat ibu & keluarganya frustasi. Bagaimanapun persalinan palsu juga mengindikasikan bahwa persalinan sudah dekat.
  • Ketuban pecah dini, pada kondisi normal ketuban pecah pada akhir kala satu persalinan. Jika terjadi sebelum masa persalinan disebut ketuban pecah dini (KPD). Kurang lebih 80% wanita yang mendekati usia kehamilan cukup bulan dan mengalami KPD mulai mengalami persalinan spontan dalam waktu 24 jam.
  • Bloody Show, yaitu rabas lendir yang bercampur darah yang merupakan hasil prolifersi kelenjer servik pada awal kehamilan sebagai sawar pelindung dan menutupi jalan lahir selama kehamilan. Keluarnya Bloody show merupakan tanda persalinan yang akan terjadi, biasanya dalam 24 jam hingga 48 jam. Pengecualian kalau bloody show keluar akibat trauma kecil terhadap atau perusakan plak lendir akibat pemeriksaan yang dilakukan.
  • Lonjakan energy, banyak wanita sebelum 24-48 jam sebelum persalinan merasakan diri mereka kuat dan bersemangat sehingga semua pekerjaan rumah dikerjakannya yang sebelumnya mereka tidak mampu untuk mengerjakannya. Tapi saat ini mereka harus diberi konseling agar mengurangi aktivitas tersebut, beristirahat dan makan teratur guna bisa mengumpulkan tenaga menghadapi proses persalinan nanti karna keadaan letih akan sering kali membuat persalinannya menjadi sulit dan lama.
  • Gangguan saluran cerna, beberapa wanita mengalami gejala diare, kesulitan mencerna, mual dan muntah.
  • Kontraksi, umumnya awal terjadi kontraksi uterus mula-mula jarang dan tidak teratur (20-30 menit) durasinya singkat (15-20 detik) dan intensitasnya ringan. Kemudian menjadi lebih sering, lebih lama, dan intensitasnya semakin kuat seiring kemajuan persalinan ibu. Guna kontraksi (rasa nyeri) itu adalah untuk membuka jalan lahir, semakin sering, kuat dan lama maka bayi akan segera lahir, tapi jika kontraksi ada, tidak sering dan tidak kuat maka persalinannya masih lama, petugas patut waspada apalagi kontraksi sangat kuat, lebih sering dan durasinya lebih 90 detik karna akan membahayakan nyawa ibu dan bayi. kontraksi ibu dapat dirasakan oleh petugas dengan menempelkan tangannya ke perut ibu.
  • Penipisan dan pembukaan, proses ini berbeda pada wanita yang baru hamil dengan ibu yang sudah punya 2 orang atau lebih. Pada ibu baru pertama kali hamil (primigravida) umumnya terjadi penipisan dulu setelah itu baru pembukaan, sedangkan ibu multigravida penipisan dan pembukaan terjadi beriringan. Lama waktu yang dibutuhkan ibu primigravida 1-2 jam baru terjadi pembukaan 1cm sedangkan ibu multigravida ½-1 jam terjadi pembukaan 1-2 cm. Pembukaan servik / mulut rahim diperkirakan 10 cm. ini dapat diketahui ibu setelah petugas melakukan periksa dalam dan memberikan penjelasan pada ibu tentang hasil pemeriksaannya.
Demikianlah uraian pengetahuan tentang tanda dan gejala kehamilan diatas, semoga penjelasan ini dapat menjadi pedoman bagi ibu hamil yang menantikan kelahiran bayinya, serta dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya sehingga takut, cemas dapat teratasi dan dibantu juga melakukan teknik relaksasi dan pernafasan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut serta dukungan suami dan orang terdekat dapat membantu mempercepat proses persalinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar